CONTOH KARYA SASTRA DAN MAKNANYA
Kepada Kawan
Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,
belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!
Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!
( CHAIRIL ANWAR)
Sumber : http://was-was.com/2013/12/kumpulan-puisi-chairil-anwar-lengkap.html
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,
belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,
tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,
layar merah berkibar hilang dalam kelam,
kawan, mari kita putuskan kini di sini:
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!
Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
Jangan tambatkan pada siang dan malam
Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat.
Tidak minta ampun atas segala dosa,
Tidak memberi pamit pada siapa saja!
Jadi
mari kita putuskan sekali lagi:
Ajal yang menarik kita, ‘kan merasa angkasa sepi,
Sekali lagi kawan, sebaris lagi:
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!
( CHAIRIL ANWAR)
Sumber : http://was-was.com/2013/12/kumpulan-puisi-chairil-anwar-lengkap.html
Puisi
itu berisi tentang ajakan untuk teman seperjuangan. Ajakan untuk terus
berjuang sampai akhir. Untuk memperjuangkan apa yang harus
diperjuangkan. Dengan berani dan tanpa ragu untuk suatu keputusan yang
telah diambil. Agar masalah dapat terselesaikan segera dengan baik agar
tidak membuat masalah yang lain menjadi buruk.
Nilai
– nilai yang dapat diambil dari puisi karya chairil anwar “Kepada
Kawan” adalah untuk selalu berjuang untuk menyelesaikan masalah. Dan
memutuskan siapa yang layak menjadi kawan dan siapa yang layak jadi
lawan. Jangan sampai salah pilih sehingga membahayakan diri sendiri. Dan
menghargai seorang sahabat karena bersama sehabatlah kita dapat
melewati semua masalah. Sehabat sejati yang turut serta membawa
kebaikan. Bersama berjuang dalam suka maupun duka.Kembali ke atas
Iklan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar